Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Pasca Ditetapkan Tersangka

IM.com – Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus nampak ceria dan semangat saat memberangkatkan peserta Jalan Sehat HUT Korpri ke 46 di depan Kantor Pemkot Jalan Gajah Mada Mojokerto, Jumat (24/11-2017).

Semangat kerja Mas’ud Yunus tetap untuk memimpin roda pemerintahan Kota Mojokerto ini tidak terimbas adanya penetapan status tersangka Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus atas kasus suap kepada pimpinan DPRD setempat yang resmi dilansir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (23/11/2017) malam.

Jalan sehat yang dijadwalkan diberangkatkan orang nomor satu di Kota Mojokerto pukul 06.30 WIB. Namun tampak kursi walikota yang disiapkan panitia masih terlihat kosong, hampir satu jam para peserta menunggu diberangkatkan. Setelah satu jam diisi peserta senam, akhirnya walikota datang.

Walikota datang dikawal ajudan pribadinya dan sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) sekitar pukul 07.20 WIB. Padahal Jalan sehat yang dijadwalkan diberangkatkan pukul 06.30 WIB.

Usai menyapa para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), walikota langsung naik podium dan memberikan sambutan sebelum memberangkatkan para peserta jalan santai.

“Dalam melaksanakan fungsi korp PNS perlu ditumbuhkan rasa kebersamaan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Diharapkan semua untuk bekerja keras, ikhlas dan tuntas,” ungkapnya.

Walikota mengingatkan jika, tahun 2018 akan digelar pemilu kepala daerah (pilkada) serentak. Di Jawa Timur, lanjut walikota, ada 18 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak. Termasuk Kota Mojokerto menggelar pemilihan walikota dan wakil walikota.

“Sebentar lagi memasuki 2018 akan digelar pilkada serentak, saya hanya berharap warga korp untuk menyikapi secara netral. Korp harus profesional dan netral menghadapi evenr politik yang akan datang,” pesannya. (ning/uyo)

Berita Terkait

Komentar