Memperbaiki Jalan Rusak ke Candi Brahu, Butuh Kesadaran Kolektif

IM.com – Bila saja pemerintahan Desa Bejijong Kabupaten Mojokerto tanggap, maka tidak akan terjadi aksi warga menanami pohon pisang di lubang jalan akses menuju objek wisata relegi Candi Brahu. Maka dibutuhkan pemahaman dan kesadaran kolektif dalam mencari solusi.

Demikian dikatakan Supriyadi anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Desa Bejijong. Supriyadi, yang juga pelaku seni menyatakan sangat prihatin adanya aksi yang dilakukan warga. Menurutnya aksi warga bisa diantisipasi bila pemerintahan desa punya solusi dalam menyikapi kondisi jalan rusak.

Peristiwa itu, kata Supriyadi harusnya tidak terjadi di sebuah kampung wisata. Desa Bejijong telah dikenal sebagai kampung wisata, karena ada Candi Brahu dan dijadikan sebagai miniatur kampung Majapahit. “Harusnya dalam menyikapi kondisi seperti itu, kita tidak perlu saling lempar tanggung jawab kesana kemari,” ujarnya.

Warga sudah kerap kali menyampaikan kondisi jalan yang rusak kepada perangkat desa. Namun respon yang disampaikan ke warga bahwa jalan yang rusak menuju lokasi Candi Brahu itu adalah kewenangan pemerintahan kabupaten. Bukan kewenangan pemeritah desa karena bukan masuk kategori kelas jalan desa.

Jika itu akses jalan menjadi kewenangan pemerintahan kabupaten maka Pemda harus segera turun tangan. Sebab Pemda mendapat pemasukan pendapatn asli daerah (PAD) dari wisata Candi Brahu dan Siti Inggil.

Pemerintah desa harus lebih pro aktif berkoordinasi dengan Pemda khususnya dengan satuan kerja yang memiliki kewenangan perbaikan jalan. “Pemerintah desa juga harus punya solusi sambil menunggu proses koordinasi dengan Pemda. Misal dengan mengoptimalkan sumber keuangan desa yang lain atau swadaya masyarakat. Jangan sedikit-sedikit teriak ke pemerintah. Apalagi ada dana desa alokasi dana desa,” tandas Supriyadi.

Sementara aksi warga menanami pohon pisang di lubang jalan yang menuju ke objek wisata Candi Brahu dilakukan pada Senin (25/12-2017). Sikap warga itu lantaran kondisi jalan rusak parah berlubang 30 – 40 sentimeter dan kerap menjadi penyebab kecelakaan khususnya saat hujan.

Akibat aksi warga berdampak terhadap kelancaran kendaraan wisatawan. Kendaraan yang akan menuju Candi Brahu harus memutar sekitar satu kilometer. Kondisi yang demikian akan berdampak rasa tidak nyaman bagi wisatawan yang datang ke Candi Brahu. Pemda dan pemerintah desa harus segera mencari solusi untuk memperbaiki kondisi jalan. (uyo)

Berita Terkait

Komentar